Jakarta, 04 Febuari 2026 - AFS Chambers kembali mencatat keberhasilan dalam penanganan sengketa konstruksi dengan mewakili sebuah perusahaan kontraktor spesialis di bidang akustik dalam suatu perselisihan pekerjaan konstruksi yang bersifat teknis.
Perkara ini melibatkan perusahaan yang bergerak dalam bidang arsitektural akustik, pengendalian kebisingan lingkungan dan industri. Sengketa timbul dari pelaksanaan pekerjaan pengadaan material akustik khusus serta pembangunan ruang dengan kontrol akustik. Pekerjaan tersebut telah dilaksanakan oleh kontraktor sesuai ruang lingkup yang disepakati para pihak.

Dalam perkembangannya, pengguna jasa secara sepihak menyampaikan keluhan terkait hasil akhir pemasangan yang dinilai belum memenuhi ekspektasi kerapian tertentu. Permintaan untuk dilakukan perapian atau penyempurnaan ulang sempat diajukan, yang kemudian berkembang menjadi perselisihan lebih lanjut antara para pihak. Situasi semakin kompleks ketika pengguna jasa melakukan tindakan terhadap hasil pekerjaan yang telah terpasang dengan melibatkan pihak ketiga, sehingga memunculkan konsekuensi hukum dan kontraktual yang signifikan.
Dalam perkara ini, AFS Chambers mendampingi kontraktor dalam menelaah aspek hukum perjanjian, batasan ruang lingkup pekerjaan, kewajiban pelaksanaan, serta implikasi hukum dari tindakan sepihak terhadap hasil pekerjaan konstruksi. Dengan pendekatan strategis serta pemahaman mendalam terhadap karakter teknis pekerjaan akustik dan prinsip hukum konstruksi, AFS Chambers tidak hanya berhasil menjaga dan melindungi posisi hukum kliennya, tetapi juga mengarahkan penyelesaian sengketa secara konstruktif.
Pada akhirnya, melalui peran aktif dan strategi negosiasi yang terukur, potensi upaya litigasi dapat dicegah dan para pihak mencapai penyelesaian damai yang saling menguntungkan, tanpa mengorbankan maupun mencederai kepentingan hukum klien.
Keberhasilan ini kembali menegaskan pengalaman AFS Chambers dalam menangani sengketa konstruksi, engineering, dan pekerjaan sistem bangunan khusus, khususnya yang melibatkan instalasi teknis berbasis performa.


